Tenaga Kerja Indonesia ?

Tenaga Kerja Indonesia ?

Ketika seorang TKI berangkat dari kampung nun jauh di pelosok daerah  untuk bekerja di negari orang, sanak kerabat mengantar dengan tatapan penuh harapan. Suatu saat nanti mereka berharap mendapat sejumlah REAL yang dapat merubah kehidupan menjadi lebih baik. Kenyataanya sebelum berangkat sanak keluarga harus  mengumpulkan sejumlah uang karena untuk menjadi TKI mereka harus menyetor sejumlah rupiah. Padahal  untuk makan sehari-hari saja mereka harus banting tulang dan kadang-kadang mereka juga tertipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Sebenarnya mereka sadar untuk menjadi seorang TKI agar dihargai harus mempunyai keterampilan yang cukup. Namun, desakan ekonomi keluarga dan iming-iming penghasilan/pendapatan yang tinggi akhirnya mengesampingkan kemungkinan-kemungkinan lain. Dengan kenekadan para TKI, Negeri ini diuntungkan dengan masuknya devisa dan distribusi pendapatan ke daerah-daerah (kebanyakan daerah minus) penyedia TKI tersebut. (lagi…)

Neolibkah?

Neolibkah?

Pemilu Capres dan Cawapres tanggal 08 Juli 2009 baru saja kita lewati, berdasarkan quick count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey prediksi kemenangan berada pada pihak SBY-Boediono . Sisi negatif yang digembar-gemborkan oleh lawan politik SBY-Boediono sebelum hari pemilihan terhadap sosok Boediono yang di cap Neoliberalisme ternyata tidak berpengaruh terhadap elektabilitas pasangan ini. Ketokohan/figur seorang SBY melebihi dari partai-partai pendukung yang ada, kita dapat melihat pada masa kampanye legislative yang lalu, beberapa simpatisan partai-partai sering membawa poster dengan slogan “partainya ……… tetapi presidennya tetap SBY”. Ini artinya, bahwa siapapun orangnya yang dipilih oleh SBY sebagai wakilnya maka SBY akan tetap menang dalam pemilihan presiden kali ini.

Para ekonom dan politikus yang bersebrangan dengan SBY-Boediono, tidak terkecuali  Amien Rais, Gusdur ataupun Kwik Kian Gie menganggap bahwa Boediono sebagai seorang neolib. Bahkan Kwik Kian Gie pernah melontarkan “Bohong kalau Boediono bukan neolib ……  Saya menantang Boediono dan mafia Berkeley untuk berdebat soal ini (neoliberalisme) karena saya yakin sekali bahwa Boediono berada pada posisi yang membenci adanya peran Negara atas pasa” (Koran Tempo, 23 Mei 2009). Dalam buku Ismantoro Dwi Yuwono dengan judul “Boediono dan (Neolib)eralisme”, tiga pilar penting neoliberalisme yaitu pertama kebijakan fiskal yang disiplin dan konservatif, kedua privatisasi BUMN dan ketiga liberalisme pasar atau market fundamentalism. (lagi…)

Perilaku Bullying

Perilaku Bullying

Dalam permainan PS2 bagi anak-anak sudah tidak asing lagi dengan istilah “Bully” karena permainan ini banyak disukai mereka, padahal sebenarnya menurut para pemerhati anak dan sebagian besar orang tua game tersebut sangat tidak mendidik. Game ini lebih cenderung mengedepankan kenakalan, kekerasan dan kebencian bahkan perilaku orang dewasa yang tidak patut ditiru anak-anak. Namun tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan tindakan-tindakan yang masuk dalam kategori “bully” di lingkungan masyarakat, tempat kerja maupun lingkugan keluarga.

Misalnya, mungkin kita pernah mengalami tindakan-tindakan atau ucapan-ucapan yang tidak menyenangkan baik dari rekan kerja ataupun boss/pimpinan atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh kita.  Tindakan atau ucapan tersebut sering dilakukan berulang-ulang sehinga menjadi joke atau lelucon dalam lingkungan kerja. Padahal joke atau lelucon tersebut membuat perasaan kita tidak berdaya dan sangat tidak menyenangkan.  Jika ini terjadi dilingkungan kerja istilah orang kulon adalah Workplace bullying. (lagi…)

Siswa Tidak Lulus UN

Siswa Tidak Lulus UN

Kelihatannya berlebihan membaca judul tulisan ini. Namun jika dicermati berita di media masa hari ini kita cukup terperanjat membaca sebanyak 33 SMA diberitakan tidak lulus 100%, termasuk beberapa sekolah yang dikatakan favorit di wilayahnya juga mengalami nasib yang serupa. Apa yang salah dalam dunia pendidikan kita? Sistem, guru/pengajar atau siswanya. Ujian Negara untuk SMA yang baru lewat sudah dapat dilihat gambarannya walaupun belum diumumkan secara resmi tetapi pemberitaan yang ada sudah dapat kita urut kronologisnya ke belakang. (lagi…)

Jurus Pamungkas Tahun 2009 merupakan tahun pesta besar panggung politik Indonesia. Pada tahun ini kita telah menyaksikan pemilihan para caleg tingkat kabupaten, propinsi  maupun  tingkat pusat serta pemilihan DPD  dan akan menyaksikan sekaligus berperan dalam pemilihan Capres dan Cawapres pada tanggal 8 Juli 2009.

Dampak kemeriahan pesta demokrasi pada bulan april 2009, masih dapat dirasakan oleh sebagian pihak yang memeliki kepentingan atas hasil pemilu tersebut  terutama para caleg, baik yang gagal maupun yang terpilih. (lagi…)

Laba-laba Penunggu TPS

Laba-laba Penunggu TPS

Pemilu yang lalu tanggal 9 April 2009, saya mencontreng di Kota Mendoan Purwokerto tepatnya di kelurahan Teluk. Saya bersama istri sengaja berangkat ke TPS agak siang karena kalau pagi-pagi harus ngantri, disamping itu saya sendiri baru sampai di Purwokerto Pukul 02.00 WIB dini hari. Tepat pukul 11.00 WIB kami sampai di TPS, ternyata masih ada yang ngantri walaupun tidak terlalu banyak. Lihat-lihat sebentar kemudian my wife daftar dan menunggu giliran untuk dipanggil oleh petugas PPS. Karena tidak kebagian kursi di ruang tungggu, akhirnya kami duduk di tempat pelorotan anak-anak di luar gedung di bawah pohon mangga. Oh .. iya TPS-nya di salah satu kelas gedung TK yang ada di perumahan kami.

Awalnya kami nyaman-nyaman saja duduk disitu sambil ngobrol ngalor ngidul sambil bercanda. Namun tiba-tiba tangan kanan saya dekat persedian sikut terasa panas menusuk, saya melompat sambil menggosok-gosokan telapak tangan kiri ke tempat yang terasa panas tadi. My wife kaget, sambil bertanya ” … ada apa Yah?” sahutnya. Ternyata di samping bekas tempat duduk saya ada seekor laba-laba hitam dan berbulu. Rupa-rupanya saya telah digigit laba-laba dan laba-laba tersebut oleh my wife dipukul pakai tongkat bamboo panjangnya sekitar 1 meter. (lagi…)

Penggunaan HP (telepon genggam) sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat  Negara ini, dapat kita lihat diberbagai pelosok tanah air baik kaya maupun miskin, dewasa ataupun remaja  mereka sudah

V-net Club Gaya Hidup

V-net Club Gaya Hidup

memanfaatkan yang namanya HP sebagai alat komunikasi maupun sebagai gaya hidup. Kepemilikan HP (telepon genggam) tidak bermanfaat jika tidak ada pulsanya, jadilah hanya barang pajangan semata. Barangkali untuk sekedar  membeli HP mudah dilakukan karena hanya satu kali, akan tetapi  kesinambungan fungsi atau manfaat  dari HP tesebut yang perlu di jaga memerlukan biaya rutin yang harus dikeluarkan. Agar biaya ruitn yang dikeluarkan untuk berkomunikasi tidak hilang begitu saja kami mengajak Anda untuk bergabung di Vnet Club.  Segera hubungi Bapak Riyanto Sutiarso, SE. MM No. HP 081241197575 atau  Klik www.klikvnet.com (lagi…)

Lebah Madu

Lebah Madu

Muhamad S. Hidayat ketua umum Kadin, menyampaikan salah satu agenda dari sisi perpajakan, yaitu ” Soal sunset policy, Kadin sepenuhnya mendukung. Kita hanya minta supaya diperpanjang. Setidaknya, hingga tiga bulan ke depan, Maret-lah. Kalau berdasar undang-undangnya sudah nggak bisa, bias dibuat Perppu. Saya ditanya menkeu apa alasannya, ya karena krisis. Kita berpikir bagaimana menanggulangi krisis. Jadi, harus diberi waktu. Prosedur sunset policy itu kan cukup panjang, berbagai formulir. Depkeu juga masih perlu sosialisasi kok”(jawa pos). (lagi…)

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »