
Tenaga Kerja Indonesia ?
Ketika seorang TKI berangkat dari kampung nun jauh di pelosok daerah untuk bekerja di negari orang, sanak kerabat mengantar dengan tatapan penuh harapan. Suatu saat nanti mereka berharap mendapat sejumlah REAL yang dapat merubah kehidupan menjadi lebih baik. Kenyataanya sebelum berangkat sanak keluarga harus mengumpulkan sejumlah uang karena untuk menjadi TKI mereka harus menyetor sejumlah rupiah. Padahal untuk makan sehari-hari saja mereka harus banting tulang dan kadang-kadang mereka juga tertipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Sebenarnya mereka sadar untuk menjadi seorang TKI agar dihargai harus mempunyai keterampilan yang cukup. Namun, desakan ekonomi keluarga dan iming-iming penghasilan/pendapatan yang tinggi akhirnya mengesampingkan kemungkinan-kemungkinan lain. Dengan kenekadan para TKI, Negeri ini diuntungkan dengan masuknya devisa dan distribusi pendapatan ke daerah-daerah (kebanyakan daerah minus) penyedia TKI tersebut. (lagi…)






