Cahaya Langit


Suka Berbohong

Suka Berbohong

Di malam pertama outbond, semua peserta dikumpulkan dalam suatu tenda besar untuk acara perkenalan. Masing-masing peserta dipersilahkan memperkenalkan diri mulai dari nama, alamat isntansi dan semboyan hidup yang diasosiasikan pada sebuah benda yang ada di alam sekaligus menjelaskan sifat dari benda tersebut. Semboyan hidup yang dilontarkan oleh para peserta, mempunyai kecenderungan pada nama benda yang sama, terlepas apakah para peserta tersebut memang mempunyai pemikiran yang sama atau males mikir, diantaranya batu karang, bunga, madu, matahari, lilin ataupun air. Jika dikelompokan ternyata sebagai besar peserta semboyan hidupnya diasosiasikan kepada air, jadi tidak salah kalau banyak orang memiliki semboyan hidup “Hiduplah seperti air mengalir”. (lagi…)

Gempa bumi adalah getaran (goncangan) yang terjadi karena pergerakan (bergesernya) lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi dan juga bisa dikarenakan adanya letusan gunung berapi. Gempa bumi sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.

Jenis Gempa Bumi

Dari faktor-faktor penyebab terjadinya, maka gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua. Pertama, di sebut gempa “Tektonik”. Gempa Tektonik terjadi karena lapisan kerak bumi yang keras menjadi genting (lunak) dan akhirnya bergerak. Teori dari “Tektonik Plate” menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya Gempa Tektonik.

Prosesi Gempa Bumi

Keterangan Gambar :
Gambar 1 (Paling Kiri) : Gambar bergesernya lapisan bumi, dinamakan gelombang “L”
Gambar 2 (Tengah) : Gambar bergesernya lapisan bumi, dinamakan gelombang “P”
Gambar 3 (Paling Kanan): Gambar bergesernya lapisan bumi, dinamakan gelombang “S” (lagi…)

BUlan Penuh Hikmah

Bulan Penuh Hikmah

Ketika mulai bekerja, seperti biasa saya menyalakan komputer dan langsung buka email diportal. Terlihat ada satu email dari seorang teman nun jauh di sana dari Indonesia Timur yang menamakan dirinya anggota OPM. Ups ….! Jangan berpikiran negatif dulu, yang saya maksud “Orang Pengen Mutasi”. Isi email tersebut berupa lirik lagu dangdut dengan judul “Bang Thoyib”, petikannya kurang lebih “…. tiga kali puasa tiga kali  lebaran mutasi gak keluar-keluar  ….”. Saya tidak tahu apakah email ini ungkapan perasaannya atau nyindir saya, tapi yang jelas apa yang disampaikan dari isi email tersebut menunjukan ungkapan dari para anggota OPM yang jauh dari keluarga dan ingin berkumpul dengan keluarga di saat-saat bulan Ramadhan datang. (lagi…)

Neolibkah?

Neolibkah?

Pemilu Capres dan Cawapres tanggal 08 Juli 2009 baru saja kita lewati, berdasarkan quick count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey prediksi kemenangan berada pada pihak SBY-Boediono . Sisi negatif yang digembar-gemborkan oleh lawan politik SBY-Boediono sebelum hari pemilihan terhadap sosok Boediono yang di cap Neoliberalisme ternyata tidak berpengaruh terhadap elektabilitas pasangan ini. Ketokohan/figur seorang SBY melebihi dari partai-partai pendukung yang ada, kita dapat melihat pada masa kampanye legislative yang lalu, beberapa simpatisan partai-partai sering membawa poster dengan slogan “partainya ……… tetapi presidennya tetap SBY”. Ini artinya, bahwa siapapun orangnya yang dipilih oleh SBY sebagai wakilnya maka SBY akan tetap menang dalam pemilihan presiden kali ini.

Para ekonom dan politikus yang bersebrangan dengan SBY-Boediono, tidak terkecuali  Amien Rais, Gusdur ataupun Kwik Kian Gie menganggap bahwa Boediono sebagai seorang neolib. Bahkan Kwik Kian Gie pernah melontarkan “Bohong kalau Boediono bukan neolib ……  Saya menantang Boediono dan mafia Berkeley untuk berdebat soal ini (neoliberalisme) karena saya yakin sekali bahwa Boediono berada pada posisi yang membenci adanya peran Negara atas pasa” (Koran Tempo, 23 Mei 2009). Dalam buku Ismantoro Dwi Yuwono dengan judul “Boediono dan (Neolib)eralisme”, tiga pilar penting neoliberalisme yaitu pertama kebijakan fiskal yang disiplin dan konservatif, kedua privatisasi BUMN dan ketiga liberalisme pasar atau market fundamentalism. (lagi…)

Perilaku Bullying

Perilaku Bullying

Dalam permainan PS2 bagi anak-anak sudah tidak asing lagi dengan istilah “Bully” karena permainan ini banyak disukai mereka, padahal sebenarnya menurut para pemerhati anak dan sebagian besar orang tua game tersebut sangat tidak mendidik. Game ini lebih cenderung mengedepankan kenakalan, kekerasan dan kebencian bahkan perilaku orang dewasa yang tidak patut ditiru anak-anak. Namun tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan tindakan-tindakan yang masuk dalam kategori “bully” di lingkungan masyarakat, tempat kerja maupun lingkugan keluarga.

Misalnya, mungkin kita pernah mengalami tindakan-tindakan atau ucapan-ucapan yang tidak menyenangkan baik dari rekan kerja ataupun boss/pimpinan atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh kita.  Tindakan atau ucapan tersebut sering dilakukan berulang-ulang sehinga menjadi joke atau lelucon dalam lingkungan kerja. Padahal joke atau lelucon tersebut membuat perasaan kita tidak berdaya dan sangat tidak menyenangkan.  Jika ini terjadi dilingkungan kerja istilah orang kulon adalah Workplace bullying. (lagi…)

Jurus Pamungkas Tahun 2009 merupakan tahun pesta besar panggung politik Indonesia. Pada tahun ini kita telah menyaksikan pemilihan para caleg tingkat kabupaten, propinsi  maupun  tingkat pusat serta pemilihan DPD  dan akan menyaksikan sekaligus berperan dalam pemilihan Capres dan Cawapres pada tanggal 8 Juli 2009.

Dampak kemeriahan pesta demokrasi pada bulan april 2009, masih dapat dirasakan oleh sebagian pihak yang memeliki kepentingan atas hasil pemilu tersebut  terutama para caleg, baik yang gagal maupun yang terpilih. (lagi…)

Renungan

Renungan

Bukankah kalau ada yang meminta kepadamu, kau memberinya sesuai kehendakmu atau bahkan kadang tidak memberinya sama sekali? Mengapa kalau kamu memohon kepadaNya, Ia kau haruskan memberimu sesuai kehendakmu? Memohonlah kepadaNya. Ia pasti memberimu  dan biarlah Ia memberimu sesuai kehendakNya.

(Mustofa Bisri)

(lagi…)

Perjalanan menunaikan ibadah haji merupakan salah satu episode yang diidam-idamkan oleh sebagian besar muslim yang ada di Indonesia, kenapa saya sebut sebagian besar karena masih ada sebagian lagi walaupun mereka sudah mampu secara ekonomi tetapi belum menjalankannya. Peristiwa-peristiwa yang terjadi selama menjalankan haji bagi setiap orang berbeda-beda tergantung bagaimana orang tersebut menanggapi sesuai dengan apa yang dipahaminya masing-masing. Kelalaian penyelenggara haji ataupun kekeliruan yang disebabkan pihak-pihak yang mengakibatkan kerugian bagi para jemaah, terkadang ditanggapi jemaah dengan melakukan intropeksi pada dirinya sendiri atas apa yang pernah dilakukan di Tanah Air sebagai sebuah tegoran ataupun ujian. Hal-hal seperti inilah yang tidak memberikan perbaikan yang signifikan atas kesalahan yang telah dilakukan para penyelenggara haji.

(lagi…)

Halaman Berikutnya »