
Cicak vs Buaya
Pertarungan antara CIcak vs Buaya semakin ramai dan menegangkan. Semua mata rakyat Indonesia tertuju pada totonan tersebut. Para pendekar dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dan para petualang politik pun semakin banyak yang turun gunung untuk memberikan komentar ataupun pendapat bahkan memberikan semangat terhadap salah satu pihak yang bertarung. Kebanyakan para pendekar dan petualang tersebut berpihak pada sang cicak, akibatnya opini publik yang terbentuk berpihak pada sang cicak. Sang cicak pun menjadi tambah bersemangat dalam memainkan jurus-jurusnya dengan lincah. Menyadari hal itu, buaya segera menangkap pimpinan cicak meskipun hal itu sudah terlambat karena opini publik sudah terlanjur terbentuk.
http://bradoks.wordpress.com/2009/09/12/”Ccicak-vs-buaya-atau-godzila”-cicak/
Bagaimana dengan Penguasa ?
Nampaknya penguasa ingin bersifat netral atau tidak berpihak, hal ini terlihat dari pernyataan-pernyataan yang dirilis media masa.
Sebenarnya yang menjadi keprihatinan kita sebagai masyarakat awam bukan semata-mata karena pertarungan itu tetapi dampak yang ditimbulkan terhadap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, baik sendi hukum, politik dan ekonomi. Bagaimana mungkin keadilan di negeri ini dapat ditegakan kalau para penegak hukumnya bertarung/berkelahi sendiri. Kalau begini terus siapa yang paling diuntungkan? Ya,… para koruptor.