Gempa bumi adalah getaran (goncangan) yang terjadi karena pergerakan (bergesernya) lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi dan juga bisa dikarenakan adanya letusan gunung berapi. Gempa bumi sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.
Jenis Gempa Bumi
Dari faktor-faktor penyebab terjadinya, maka gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua. Pertama, di sebut gempa “Tektonik”. Gempa Tektonik terjadi karena lapisan kerak bumi yang keras menjadi genting (lunak) dan akhirnya bergerak. Teori dari “Tektonik Plate” menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya Gempa Tektonik.
![]()
Keterangan Gambar :
Gambar 1 (Paling Kiri) : Gambar bergesernya lapisan bumi, dinamakan gelombang “L”
Gambar 2 (Tengah) : Gambar bergesernya lapisan bumi, dinamakan gelombang “P”
Gambar 3 (Paling Kanan): Gambar bergesernya lapisan bumi, dinamakan gelombang “S”
http://www.e-smartschool.com/PNU/002/PNU0020004.asp
Kedua, gempa Vulkanik jarang terjadi bila dibandingkan dengan gempa tektonik. Gempa vulkanik terjadi karena adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat.
Oleh karena itu, untuk mengetahui aktivitas gunung berapi, manusia dengan akalnya telah berhasil membuat alat pengukur aktivitas gunung berapi dan juga alat pengukur besarnya gempa. Ukuran gempa ini dikenal dengan sebutan Richter, sama dengan nama orang yang membuat dan mengembangkannya yaitu Charles Richter.
Gempa tektonik yang kuat sering terjadi di sekitar tapal batas lempengan-lempengan tektonik. Lempengan-lempengan tektonik ini selalu bergerak dan saling mendesak satu sama lain. Pergerakan lempengan-lempengan tektonik ini menyebabkan terjadinya penimbunan energi secara perlahan-lahan. Gempa tektonik kemudian terjadi karena adanya pelepasan energi yang telah lama tertimbun tersebut. Gempa tektonik biasanya jauh lebih kuat getarannya dibandingkan dengan gempa vulkanik, maka getaran gempa yang merusak bangunan kebanyakan disebabkan oleh gempa tektonik. [2] Gempa bumi tektonik merupakan gempa bumi yang paling sering terjadi. Bahkan menurut para ahli gempa, setiap hari terjadi gempa tektonik, namun tidak dirasakan karena getarannya relatif kecil.
Bagaimanakah dengan Gempa Bumi yang terjadi di Indonesia?
Zona gempa dunia terbagi atas dua jalur, yaitu Jalur Circum Pasifik dan Jalur Mediteranian.
Jalur Circum Pasifik adalah jalur wilayah dimana banyak terjadi gempa-gempa dalam dan juga gempa- gempa besar yang dangkal. Jalur ini terbentang mulai dari Sulawesi, Filipina , Jepang, dan kepulauan Hawai
Jalur Mediteranian adalah jalur wilayah dimana banyak terjadi gempa-gempa besar yang membentang dari benua Amerika, Eropah ,Timur Tengah, India , Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara.
Pada jalur inilah sering terjadi gempa-gempa tektonik dan juga vulkanik seperti pada gambar di bawah ini.

Sedangkan zona gempa di Indonesia dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Dari gambar di samping dapat dilihat bahwa kepulauan Indonesia merupakan daerah rawan gempa tektonik. karena dilewati jalur gempa Mediteran dan Circum Pasifik .
Dalam wawancara pada sebuah TV swasta yang berkaitan dengan kejadian gempa, ketika ditanya bagaimana menghadapi gempa bumi yang kerap melanda wilayah Indonesia? Jawabannya
Yang perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa wilayah Indonesia merupakan wilayah rawan gempa bumi, apapun alasannya gempa bumi akan terus dan akan terjadi tanpa dapat diketahui dengan pasti kapan peristiwa itu terjadi. Oleh karena itu, masyarakat kita harus disadarkan agar mereka mengakrabi yang namanya gempa bumi.
Secara diplomatis narasumber tersebut menjelaskan, apabila kita berada di kutub utara ataupun kutub selatan yang bersalju agar tidak mati kedinginan maka kita harus menyesuaikan diri dengan menggunakan baju tebal/hangat dan membuat perapian di dalam rumah. Begitu juga dengan masayarakat kita yang berada di daerah rawan gempa bumi, perlu melakukan penyesuaian dengan lingkungan, misalnya mendirikan bangunan harus disesuaiknan.
Faktanya, korban harta maupun jiwa kebanyakan disebabkan karena tertimpa oleh bangunan-bangunan yang ambruk ataupun roboh dan longsoran tanah perbukitan yang sudah tidak memiliki penahan berupa tumbuh-tumbuhan.
Bukankankah atas semua kejadian yang ada di depan kita ada hikmahnya bagi orang-orang yang berpikri dan berakal.
Sosialisasi kepada masyarakat dari pihak-pihak yang berwenang rasanya sangat kurang berkaitan dengan bangunan-bangunan tahan gempa. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dilakukan oleh pemda-pemda setempat nampaknya hanya terbatas pada peruntukan dan pemanfaatannya saja belum menyentuh kepada kontruksi bangunan yang seharusnya. Pemerintah sudah waktunya untuk membuat kebijakan terkait dengan pendirian bangunan yang akrab dengan gempa bumi.
Berdasarkan ilmu pengetahuan, gempa bumi di negeri tercinta akan terus terjadi, ……..tidak perlu ditakuti tetapi persiapkanlah …………!
Seekor keledai tidak akan pernah mau jatuh yang kedua pada lubang yang sama.