Agustus 2009


pengadilan

Hukum yang baik di tangan Penegak Hukum yang  tidak baik hasilnya menjadi  tidak baik.

Hukum yang tidak baik ditangan Penegak Hukum  yang baik hasilnya akan menjadi baik

Ungkapan di atas sering kita dengar dan kita baca. Bahkan mungkin kita menyaksikan sendiri apa yang terjadi atas suatu kasus hukum yang ada di negeri kita tercinta ini. Beberapa hari yang lalu ada berita kasus di pengadilan Makassar berkaitan dengan dugaan penggelapan pajak milyaran rupiah tetapi jaksa hanya menuntut 3 bulan penjara. (lagi…)

BUlan Penuh Hikmah

Bulan Penuh Hikmah

Ketika mulai bekerja, seperti biasa saya menyalakan komputer dan langsung buka email diportal. Terlihat ada satu email dari seorang teman nun jauh di sana dari Indonesia Timur yang menamakan dirinya anggota OPM. Ups ….! Jangan berpikiran negatif dulu, yang saya maksud “Orang Pengen Mutasi”. Isi email tersebut berupa lirik lagu dangdut dengan judul “Bang Thoyib”, petikannya kurang lebih “…. tiga kali puasa tiga kali  lebaran mutasi gak keluar-keluar  ….”. Saya tidak tahu apakah email ini ungkapan perasaannya atau nyindir saya, tapi yang jelas apa yang disampaikan dari isi email tersebut menunjukan ungkapan dari para anggota OPM yang jauh dari keluarga dan ingin berkumpul dengan keluarga di saat-saat bulan Ramadhan datang. (lagi…)

Tenaga Kerja Indonesia ?

Tenaga Kerja Indonesia ?

Ketika seorang TKI berangkat dari kampung nun jauh di pelosok daerah  untuk bekerja di negari orang, sanak kerabat mengantar dengan tatapan penuh harapan. Suatu saat nanti mereka berharap mendapat sejumlah REAL yang dapat merubah kehidupan menjadi lebih baik. Kenyataanya sebelum berangkat sanak keluarga harus  mengumpulkan sejumlah uang karena untuk menjadi TKI mereka harus menyetor sejumlah rupiah. Padahal  untuk makan sehari-hari saja mereka harus banting tulang dan kadang-kadang mereka juga tertipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Sebenarnya mereka sadar untuk menjadi seorang TKI agar dihargai harus mempunyai keterampilan yang cukup. Namun, desakan ekonomi keluarga dan iming-iming penghasilan/pendapatan yang tinggi akhirnya mengesampingkan kemungkinan-kemungkinan lain. Dengan kenekadan para TKI, Negeri ini diuntungkan dengan masuknya devisa dan distribusi pendapatan ke daerah-daerah (kebanyakan daerah minus) penyedia TKI tersebut. (lagi…)