Tahun 2009 merupakan tahun pesta besar panggung politik Indonesia. Pada tahun ini kita telah menyaksikan pemilihan para caleg tingkat kabupaten, propinsi maupun tingkat pusat serta pemilihan DPD dan akan menyaksikan sekaligus berperan dalam pemilihan Capres dan Cawapres pada tanggal 8 Juli 2009.
Dampak kemeriahan pesta demokrasi pada bulan april 2009, masih dapat dirasakan oleh sebagian pihak yang memeliki kepentingan atas hasil pemilu tersebut terutama para caleg, baik yang gagal maupun yang terpilih.
Menjelang pemilihan capres-maupun cawapres, banyak istilah-istilah yang dipakai untuk mensosialisaikan jagonya, misalnya SBY Berbudi, Mega Pro ataupun JK Win. Perang kata-kata banyak juga dilontarkan oleh para pendekar politik (ingat: bukan pendek dan kekar) untuk mengenalkan jagonya kepada masyarakat pemilih.
Kita dapat melihat beberapa hari terakhir, para pendekar politik terus mempraktekan jurus-jurus untuk memperluas pengaruhnya, tetapi sayang jurus-jurus yang diterap tujuannya sama yaitu mencari kekuasaan untuk pribadi dan kelompoknya. Dari beberapa pergantian pemerintahan belum menunjukan perubahan signifikan yang berpihak kepada masyarakat bawah. Janji-janji kampanye yang sering digaungkan oleh pada pendekar tersebut, seperti calo-calo di terminal Bis Pulogadung belaka.
Perlu diingat, rakyat sudah semakin dewasa dan semakin kritis melihat pertarungan para pendekar di panggung politik, karena pertarungan tersebut hanyalah merupakan Drama Satu Babak, dimana setelah selesai pertarungan tersebut mereka akan kembali lagi pada dunia nyata.
Marilah kita nikmati saja pertunjukan drama para pendekar tersebut sambil minum kopi tanpa menggunakan emosi yang berlebihan.
Selamat menyaksikan ……