
Renungan
Bukankah kalau ada yang meminta kepadamu, kau memberinya sesuai kehendakmu atau bahkan kadang tidak memberinya sama sekali? Mengapa kalau kamu memohon kepadaNya, Ia kau haruskan memberimu sesuai kehendakmu? Memohonlah kepadaNya. Ia pasti memberimu dan biarlah Ia memberimu sesuai kehendakNya.
(Mustofa Bisri)
Hujan terus menerus ternyata tidak dapat diterima juga oleh sebagain manusia karena mengganggu aktivitas rutin dalam mencari penghidupan.
Siang itu seorang teman akan keluar gedung dengan naik sepeda motor tetapi karena hujan dia tidak jadi pergi, dengan nada guyon dia bergumam “sekarang hujan reda dulu, jika nanti hujan lagi nggak apa-apa setelah saya selesai urusan”.
Sedangkan ibu di ruang sebelah bergumam juga “nggak apa-apa hujan terus tetapi setelah jam 17.00 Wita reda karena saya mau jemput anak dan langsung pulang” dan tentunya banyak lagi harapan-harapan berbeda dari orang-orang yang ada di muka bumi ini pada saat yang sama.
Ketika kita menghadapai kesulitan, seringkali pertolongan itu tidak sesuai dengan harapan bahkan datangnya terlambat. Atas peristiwa tersebut kebanyak diantara kita kecewa yang diekspresikan dengan “gerundel” atau bersungut-sungut. Bahkan terkadang kita menyalahkan Tuhan.
Begitu juga sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan atau pura-pura butuh pertolongan hanya untuk mencari keuntungan semata meminta kepada kita. Namun, ketika kita akan memberikan bantuan/pertolongan biasanya kita banyak melakukan pertimbangan, misalnya siapa yang dibantu, bagaimana perilakunya, bantuan apa yang cocok dan berapa jumlahnya.
Pertimbangan yang terakhir biasanya memerlukan pemikiran yang lebih lama …….. “kalo segini kayaknya kebayakan, tapi kalo hanya ini rasanya malu”, karena besar kecilnya bantuan yang diberikan berkaitan dengan ketetapan hati dan emosi. Saya tidak menyebutkan keikhlasan dalam konteks ini karena definisi ikhlas ukurannya sulit.
Kebenaran dan kepura-puraan memiliki perbedaan yang sangat tipis dari kaca mata manusia sehingga sulit untuk dibedakan. Namun bagi Tuhan YME tidak ada yang tidak jelas karena Ia mengetahui apa yang nyata dan apa yang tersembunyi atau disembunyikan. Bahkan seringkali manusia itu sendiri tidak mengetahui apa sesungguhnya yang mereka butuhkan.
Oleh karena itu, bagi seorang muslim, berdo’a adalah wajib. Ini menunjukan bahwa sesungguhnya manusia itu banyak kekurangan dan tidak sempurna, banyak kejadian peristiwa berada diluar kemampuannya dan memang demikian keadaanya.
Sesungguhnya tugas manusia dalam menjalani kehidupan ini adalah berdo’a dan berusaha ……………….! Dikabulkan atau tidaknya permohonan manusia, itu hanya masalah waktu saja, karena Dia maha mengetahui apa yang baik bagi setiap mahluknya.