cicak-vs-buaya-2

Cicak vs Buaya

Pertarungan antara CIcak vs Buaya semakin ramai dan menegangkan. Semua mata rakyat Indonesia tertuju pada totonan tersebut. Para pendekar  dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dan para petualang politik pun semakin banyak yang turun gunung untuk memberikan komentar ataupun pendapat bahkan memberikan semangat terhadap salah satu pihak yang bertarung. Kebanyakan para pendekar dan petualang tersebut berpihak pada sang cicak, akibatnya opini publik yang terbentuk berpihak pada sang cicak. Sang cicak pun menjadi tambah bersemangat dalam memainkan jurus-jurusnya dengan lincah. Menyadari hal itu, buaya segera menangkap pimpinan cicak meskipun hal itu sudah terlambat karena opini publik sudah terlanjur terbentuk. (lagi…)

Suka Berbohong

Suka Berbohong

Di malam pertama outbond, semua peserta dikumpulkan dalam suatu tenda besar untuk acara perkenalan. Masing-masing peserta dipersilahkan memperkenalkan diri mulai dari nama, alamat isntansi dan semboyan hidup yang diasosiasikan pada sebuah benda yang ada di alam sekaligus menjelaskan sifat dari benda tersebut. Semboyan hidup yang dilontarkan oleh para peserta, mempunyai kecenderungan pada nama benda yang sama, terlepas apakah para peserta tersebut memang mempunyai pemikiran yang sama atau males mikir, diantaranya batu karang, bunga, madu, matahari, lilin ataupun air. Jika dikelompokan ternyata sebagai besar peserta semboyan hidupnya diasosiasikan kepada air, jadi tidak salah kalau banyak orang memiliki semboyan hidup “Hiduplah seperti air mengalir”. (lagi…)

Gempa bumi adalah getaran (goncangan) yang terjadi karena pergerakan (bergesernya) lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi dan juga bisa dikarenakan adanya letusan gunung berapi. Gempa bumi sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.

Jenis Gempa Bumi

Dari faktor-faktor penyebab terjadinya, maka gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua. Pertama, di sebut gempa “Tektonik”. Gempa Tektonik terjadi karena lapisan kerak bumi yang keras menjadi genting (lunak) dan akhirnya bergerak. Teori dari “Tektonik Plate” menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya Gempa Tektonik.

Prosesi Gempa Bumi

Keterangan Gambar :
Gambar 1 (Paling Kiri) : Gambar bergesernya lapisan bumi, dinamakan gelombang “L”
Gambar 2 (Tengah) : Gambar bergesernya lapisan bumi, dinamakan gelombang “P”
Gambar 3 (Paling Kanan): Gambar bergesernya lapisan bumi, dinamakan gelombang “S” (lagi…)

Cicak bin Kadal vs Buaya

Cicak bin Kadal vs Buaya

Penggunaan nama-nama binatang terutama reptile di media massa  marak diperbincangkan berkaitan dengan  wawancara  penegak hukum dengan media. Kita hanya dapat menduga-duga istilah-istilah yang dipergunakan itu mengarah kemana, tetapi mestinya mereka sadar  bahwa posisi saat ini sebagai pejabat publik, sehingga setiap ucapan dan gerak-geriknya akan dilihat dan perhatikan masyarakat luas dan memiliki dampak pada kepercayaan masyarakat dalam penegakan hukum di negeri ini.

Dalam sebuah wawancara, sebagaimana di tulis di sebuah media cetak nasional, kita sudah dapat memastikan siapa yang dianggap cicak dan mana yang mengaku sebagai buaya. Kalau nama binatang tersebut dianggap mewakili institusi-institusi tertentu, jelas ada ketidak seimbangan dari sisi kekuatan yang dimiliki dan ada arogansi yang sangat kental serta persaingan yang sangat kuat. Apakah ini yang diamanatkan oleh Undang-undang? Tentunya tidak. Namun kalau ini benar, maka ini sangat memprihatinkan dan mengecewakan sekali. (lagi…)

Segitiga Kehidupan

Segitiga Kehidupan

Gempa bumi merupakan bencana yang kejadiannya tidak dapat diprediksi dan diramalkan oleh manusia. Teknologi yang ada tidak mampu mendeteki kapan gempa bumi itu akan terjadi. Wilayah Indonesia dikenal sebagai daerah rawan gempa karena Indoensia terletak pada dua pertemuan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia sehingga sering terjadi gesekan antara kedua lempengan tersebut. Dan sejak dahulu hal ini, sebenarnya sudah diketahui oleh para ilmuwan dan para pakar geologi yang ada di Indonesia.

Ketidakpastian akan kejadian/peristiwa gempa bumi tersebut mengakibatkan mereka cenderung untuk menunggu untuk bersuara/berpendapat dan bertindak. Ketika peristiwa tersebut terjadi maka berbagai pendapat tentang gempa bumi bermuculan, seperti antisipasi gempa, cara penyelamatan saat terjadi gempa, penanganan dampak gempa bumi,  kontruksi bangunan dalam menghadapi gempa dan lain-lain, seolah-olah gempa bumi tersebut baru terjadi sekali di bumi ini. Dan hal ini sering berulang. (lagi…)

Pulau Jemur

Pulau Jemur

Belum hilang ingatan kita ketika pulau sipadan dan ligitan lepas dari tangan kita.  Juga masih membekas dalam benak kita ketika negara yang mengaku serumpun mengklaim seni budaya, seperti angklung, reog ponorogo, wayang kulit, batik dan yang paling gress adalah tari pendet yang  jelas-jelas merupakan milik kita. Berita terbaru mereka mengklaim Pulau Jemur sebagai obyek wisata yang ada di wilayah Malaysia,  seperti diberitakan di beberapa media Indonesia dan beredar di dunia maya. Pulau Jemur adalah pulau terluar di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yang berbatasan dengan Malaysia di Selat Malaka. (lagi…)

pengadilan

Hukum yang baik di tangan Penegak Hukum yang  tidak baik hasilnya menjadi  tidak baik.

Hukum yang tidak baik ditangan Penegak Hukum  yang baik hasilnya akan menjadi baik

Ungkapan di atas sering kita dengar dan kita baca. Bahkan mungkin kita menyaksikan sendiri apa yang terjadi atas suatu kasus hukum yang ada di negeri kita tercinta ini. Beberapa hari yang lalu ada berita kasus di pengadilan Makassar berkaitan dengan dugaan penggelapan pajak milyaran rupiah tetapi jaksa hanya menuntut 3 bulan penjara. (lagi…)

BUlan Penuh Hikmah

Bulan Penuh Hikmah

Ketika mulai bekerja, seperti biasa saya menyalakan komputer dan langsung buka email diportal. Terlihat ada satu email dari seorang teman nun jauh di sana dari Indonesia Timur yang menamakan dirinya anggota OPM. Ups ….! Jangan berpikiran negatif dulu, yang saya maksud “Orang Pengen Mutasi”. Isi email tersebut berupa lirik lagu dangdut dengan judul “Bang Thoyib”, petikannya kurang lebih “…. tiga kali puasa tiga kali  lebaran mutasi gak keluar-keluar  ….”. Saya tidak tahu apakah email ini ungkapan perasaannya atau nyindir saya, tapi yang jelas apa yang disampaikan dari isi email tersebut menunjukan ungkapan dari para anggota OPM yang jauh dari keluarga dan ingin berkumpul dengan keluarga di saat-saat bulan Ramadhan datang. (lagi…)

Halaman Berikutnya »